Editorial

Penyakit DBD Menimbulkan Korban Jiwa 
     Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. Demam berdarah DBD dulu disebut penyakit “break-bone” karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot di mana tulang terasa retak.Demam berdarah ringan menyebabkan demam tinggi, ruam, dan nyeri otot dan sendi. Demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba (shock), dan kematian.
    Seperti pada  warga Kota Tasikmalaya, Jawa Barat meninggal dunia, akibat serangan mematikan wabah demam berdarah dengue (DBD) sejak awal tahun ini. Korban terbaru, dua orang meninggal dunia, sedangkan total kasus DBD yang berhasil diungkap mencapai 65 kasus.Kepala Seksi Pencengahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan, Kota Tasikmalaya, Juhandi mengatakan, penyebaran penyakit yang diakibatkan nyamuk Aedes Aegypti ini, terus menunjukan peningkatan dalam sepekan terakhir.
    Wabah penyakit DBD perlu penanganan yang khusus karena wabah ini banyak menimbulkan korban jiwa, Kita selaku masyarakat harus waspada dan tetap menjaga lingkungan sekitar sulaya tetal bersih dan tidak ada  jentik -jentik nyamuk Aedes Aegypti.
    "Kita terus mensialisasikan kepada masyarakat, agar mereka bisa melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," ujarnya, Sabtu (9/2/2019).Menurutnya penyebaran DBB semakin mengkhawatirkan, korban pun terus bertambah. Terbaru Ketua RT 01 Agus Suherlan, (55), warga Kampung Aboh, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, serta Naura (3,5) warga Kampung Cicariu, Kelurahan Cigeureung, Kecamatan Cipedes meninggal dunia.
    Antisipasi yang kita lakuakan adalah dengan cara membersihkan lingkungan sekitar dan di sekitar rumah tidak boleh ada air yang menggenang karena air tersebut dapat dijadikan tempat pengembang biakan nyamuk,jika di daerah tersebut ada nyamuk Aedes Aegfty maka akan di lakukan fogging dan warga pun harus waspada apalagi sekarang musim hujan dan kita harus tetap menjaga lingkungan supaya tetap bersih dan tidak ada jentik-jentik mapun nyamuk Aedes Aegfty.
    Ia pun meminta agar pelaksanaan fogging tahun ini dilakukan secara gratis, tanpa melibatkan iuran dari masyarakat sekitar. "Tahun 2017 lalu kami bayar, sekarang kami minta harus dilakukan dengan biaya dari pemerintah," kata Ketua RW 01, Dede Badrudin.

Komentar